Mengenal Bahaya Microsleep saat Berkendara dan Cara Menghindarinya

Pernahkah kalian merasa sering menguap, mata terasa berat atau kepala terkantuk-kantuk saat berkendara? Bisa jadi, kalian sedang mengalami microsleep, loh! Hal ini tentu tidak baik dan dapat menyebabkan kecelakaan terutama bagi para pengendara. Oleh karena itu, penting bagi kalian para bikers untuk mengenal lebih jauh bahaya dari microsleep saat berkendara dan cara menghindarinya. Yuk simak penjelasan berikut!

Apa itu Microsleep?

Microsleep adalah kondisi tidur ringan yang terjadi dalam durasi singkat sekitar 5-30 detik. Microsleep dapat membuat seseorang kehilangan fokus, tidak dapat merespon input sensor, bahkan hingga tidak mampu mengingat kejadian 1-2 menit sebelumnya. Hal ini bisa terjadi bagi siapa saja dalam berbagai kegiatan. Bagi pengendara, biasanya Microsleep terjadi ketika pengendara sedang menerjang kemacetan atau melintas jalanan lurus yang memicu rasa bosan dan ngantuk.

Bahaya Microsleep Saat di Perjalanan 

Pengendara yang mengalami microsleep akan sulit untuk berkonsentrasi. Imbasnya, pengendara bisa salah mengambil rute jalan, menarik tuas gas terlalu dalam secara tidak sengaja, sulit menjaga kendaraan di jalur yang benar, atau bisa saja melanggar dan tidak sepenuhnya dapat memperhatikan rambu lalu lintas yang ada. 


Microsleep juga dapat membahayakan baik pengendara maupun pengguna jalan lainnya, khususnya ketika berkendara dalam kecepatan tinggi. Keadaan tidur singkat yang tidak disadari bisa secara tiba-tiba membuat pengendara kaget ketika terbangun. Apabila hal tersebut terjadi dan pengendara kehilangan kendali, kecelakaan tidak dapat dihindari. 

Penyebab Microsleep

Penyebab dari microsleep berhubungan dengan waktu dan pola tidur. Salah satu penyebab microsleep adalah kurang tidur. Penurunan kinerja otak akibat durasi tidur yang kurang dapat memicu terjadinya microsleep. Pola tidur tidak teratur yang disebabkan oleh perubahan jam ataupun durasi tidur juga berpotensi memicu microsleep. Selain itu, orang yang memiliki riwayat gangguan tidur seperti insomnia atau apnea tidur juga memiliki resiko mengalami microsleep saat beraktivitas.

Cara Menghindari Microsleep saat Berkendara

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mengalami microsleep di perjalanan ketika berkendara? 

Pertama, kalian bisa mendengarkan lagu bertempo cepat atau lagu favoritmu. Hal ini dikarenakan otak manusia akan merespon ketukan lagu dengan menyelaraskan detak jantung dengan kecepatan ketukan lagu yang dapat membantu kalian untuk menghindari rasa kantuk dan bosan. Kedua, apabila memungkinkan, kalian bisa mengkonsumsi minuman berkafein yang dapat membantu kalian tetap terjaga, baik sebelum melakukan perjalanan ataupun ketika sedang beristirahat.

Selain itu, ada juga kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep sebelum melakukan perjalanan. Kalian bisa menghindari terjadinya microsleep dengan memenuhi waktu tidur yang cukup. Orang dewasa disarankan untuk mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur per hari.

Apabila akan melakukan perjalanan jauh, pastikan waktu tidur tidak kurang dari enam jam semalam sebelumnya. Disarankan untuk berhenti dan menepi setiap dua hingga tiga jam sekali sepanjang perjalanan untuk beristirahat dan meregangkan otot sejenak. Jika memungkinkan, hindari melakukan perjalanan sendirian. Ajak teman atau saudara, yang bisa menjadi teman berkendara dan ngobrol untuk menghindari kantuk atau untuk bergantian menyetir.

Dari paparan di atas, kalian sudah mengenal microsleep lebih jauh, mulai dari tanda-tanda, resiko berbahaya yang dapat ditimbulkan, hingga cara menghindarinya, kan? Maka, pastikan kalian selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima agar pengalaman berkendara selalu aman dan nyaman!

© 2021 Daya Auto - All Rights Reserved.