Macet sekarang bukan lagi kejutan—sudah jadi menu harian. Yang bikin kaget justru badan yang langsung protes: leher kaku, pundak berat, pinggang pegal, padahal umur masih masuk kategori muda. Pernah ngerasain?
Berkendara di kota padat memang bukan soal jarak, tapi soal ketahanan badan. Kalau nggak disiasati, niat berangkat segar malah sampai tujuan rasanya kayak habis angkat galon seharian.
Tenang, kamu nggak sendirian. Dan kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan ringan yang bisa bikin tubuh tetap nyaman walau terjebak macet lama.
Saat motor benar-benar berhenti—misalnya di lampu merah panjang—itu momen emas buat ngurangin ketegangan otot. Nggak perlu gerakan aneh-aneh, cukup pelemasan ringan.
Beberapa yang bisa dilakukan:
Catatan penting: lakukan hanya saat motor berhenti total dan kondisi aman. Fokus tetap ke keselamatan.
Tanpa sadar, saat capek kita sering membungkuk. Padahal posisi ini bikin beban numpuk di pinggang dan leher.
Coba biasakan:
Postur yang tepat bukan cuma bikin badan lebih awet, tapi juga bikin kontrol motor lebih stabil di kondisi tak terduga.
Kadang yang bikin cepat capek bukan macetnya, tapi perlengkapan yang kita pakai.
Beberapa hal yang sering disepelekan:
Kalau bisa, pindahkan barang ke bagasi motor atau penyimpanan lain. Badan jadi lebih ringan, fokus berkendara pun meningkat.
Kenyamanan riding itu kombinasi antara tubuh dan kendaraan. Motor dengan suspensi keras, setang bergetar, atau posisi berkendara yang nggak pas juga ikut mempercepat kelelahan.
Servis rutin dan setelan motor yang tepat bakal sangat terasa efeknya, apalagi buat kamu yang tiap hari bertemu macet.