Bagi banyak pengendara motor, menggantungkan helm di spion saat parkir sudah menjadi kebiasaan praktis. Rasanya lebih cepat dan mudah daripada harus menyimpan helm di dalam bagasi atau menentengnya ke mana-mana. Namun, tahukah Brosis bahwa kebiasaan sepele ini sebenarnya menyimpan efek negatif yang cukup signifikan, baik bagi helm kesayangan maupun bagi kondisi motor itu sendiri?
Helm adalah investasi keselamatan yang vital. Komponen utamanya terdiri dari shell (kulit luar), styrofoam (penyerap benturan), dan lapisan busa bagian dalam. Berikut adalah dampak buruk jika Brosis terus menggantungnya di spion:
- Kerusakan pada Busa Bagian Dalam: Ketika helm digantung terbalik pada spion, seluruh berat helm bertumpu pada satu titik, yaitu area busa atau liner bagian dalam. Tekanan terus-menerus pada titik kecil ini akan membuat busa di bagian tersebut lebih cepat kempes atau rusak. Akibatnya, helm menjadi tidak lagi fit (longgar) saat digunakan, sehingga tingkat perlindungannya berkurang drastis jika terjadi kecelakaan.
- Tali Pengikat Melar: Posisi gantung yang menggantung beban helm juga dapat memberikan tarikan berlebih pada tali pengikat (strap). Jika dilakukan terus-menerus, tali bisa melar, kancing pengunci menjadi kurang presisi, atau bahkan jahitan pengikat pada shell helm bisa melemah.
- Risiko Paparan Sinar Matahari dan Debu: Helm yang menggantung di spion sangat terekspos langsung dengan terik matahari dan debu. Paparan sinar UV yang berlebih dapat membuat warna cat helm cepat pudar dan material plastik pada bagian luar menjadi getas atau kusam. Belum lagi debu yang menempel di bagian dalam helm bisa menyebabkan iritasi kulit atau jerawat di wajah Brosis.
- Resiko Tindakan Pencurian; Selain itu, menyimpan helm diatas spion tentunya memiliki resiko kehilangan helm kesayangan Brosis. Helm yang secara sengaja tersimpan di tempat terbuka seperti digantung diatas spion tentunya memberikan peluang besar bagi tindakan kejahatan.
Selain helm, spion motor juga bisa terkena dampaknya. Spion dirancang untuk menahan beban angin saat motor melaju, bukan untuk menyangga beban statis yang berat dalam waktu lama. Menggantung helm yang berat (apalagi tipe full face) secara terus-menerus dapat membuat engsel spion menjadi kendor, mudah bergeser, atau bahkan membuat dudukan spion pada stang menjadi longgar dan tidak stabil.
Tips Solusi untuk Brosis
Jika Brosis ingin helm tetap awet dan motor tetap aman, cobalah beralih ke kebiasaan yang lebih baik:
- Manfaatkan Bagasi atau Helmet Hook: Gunakan bagasi motor jika tersedia. Jika tidak, banyak motor matic Honda yang sudah dilengkapi dengan pengait helm (helmet hook) di bawah jok atau di area dek. Menggantung helm di pengait ini jauh lebih aman karena helm berada di posisi yang stabil dan tidak membebani komponen vital motor.
- Gunakan Top Box: Jika Brosis sering membawa barang atau ingin solusi penyimpanan helm yang praktis dan aman, memasang top box di bagian belakang motor adalah investasi terbaik. Helm Brosis akan terlindungi dari cuaca, debu, dan pencurian.
- Bawa Tas Helm: Jika Brosis harus meninggalkan helm saat nongkrong, bawalah tas helm sederhana yang bisa diselempangkan. Ini menjaga helm tetap bersih dan Brosis pun terlihat lebih rapi.
- Simpan di Tempat Teduh: Jika benar-benar tidak ada pilihan lain selain menggantungnya di motor, pastikan untuk tidak membiarkannya terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama dan pastikan posisi gantungan seaman mungkin.
Mulai sekarang, yuk tinggalkan kebiasaan menggantung helm di spion. Ingat Brosis, helm adalah pelindung kepala yang menjaga nyawa saat berkendara. Merawatnya dengan baik berarti Brosis menghargai keselamatan diri sendiri. Tetap #Cari_Aman dan selalu jaga kondisi perlengkapan Brosis!
Sumber : https://www.daya-motora.com/news/efek-sering-menyimpan-helm-di-spion-motor-saat-parkir