Spion adalah salah satu komponen penting pada kendaraan yang berfungsi untuk memberikan pandangan ke belakang dan samping kendaraan. Namun, karena pentingnya komponen ini maka pengendara disarankan untuk menggunakan spion yang sesuai standar atau menggunakan sparepart asli dari pabrikan. Lantas, bagaimana jadinya jika menggunakan spion yang tidak standar?
Menggunakan spion yang tidak standar, baik itu spion dengan dimensi, bentuk dan ukuran yang tidak sesuai atau menggunakan spion abal-abal bahkan suku cadang dengan kulitas buruk dapat memiliki kerugian yang signifikan. Untuk itu, Dalam artikel ini, Minho akan ajak Brosis membahas tentang apa saja efek negatif dan kerugian menggunakan spion abal-abal atau yang tidak standar. Diantaranya.
1. Kurangnya Visibilitas
Spion yang tidak sesuai standar, seringkali memiliki kualitas yang buruk, sehingga dapat mengurangi visibilitas pengemudi ke belakang dan samping kendaraan. Sering kali, kaca cermin pada spion memiliki kualitas yang buruk sehingga terlihat tidak jernih dan jangkauan yang kurang maksimal.
2. Tingkat Keselamatan yang Rendah
Tidak hanya itu, efek negatif yang sering kali terjadi karena menggunakan spion abal-abal salah satunya dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena kurangnya visibilitas dan kualitas yang buruk.
3. Kerusakan pada komponen
Spion abal-abal juga sering kali memiliki material bahan yang kurang baik sehingga cepat rusak. Terutama dibagian drat atau ulir baut pada batang spion yang ketika terlalu sering dikencangkan dan dikendurkan maka akan cepat aus. Bukan hanya merusak lubang baut spion, terkadang akan merusak bagian dudukan pada stang kemudi.
4. Tidak Memenuhi Standar keamanan
Spion yang tidak standar atau dengan ukuran yang berbeda dengan rekomendasi pabrikan seringkali tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dapat menyebabkan masalah hukum dan biaya yang tidak perlu.
5. Mengganggu Konsentrasi Pengemudi
Tidak hanya itu, Spion abal-abal dapat mengganggu konsentrasi pengemudi karena kurangnya visibilitas dan kualitas yang buruk, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk itu, sangat disarankan untuk Brosis selalu menggunakan spion yang merupakan spare part asli dari Honda. Karena memiliki jaminan kualitas dan garansi. Spion standar juga sudah dirancang oleh pabrikan agar sesuai dengan kendaraan dan kebutuhan pengemudi dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan.
Dan yang terpenting adalah, Brosis selalu melakukan perawatan rutin pada spion dapat membantu menjaga kualitas dan fungsi spion. Caranya pun cukup mudah dan bisa dilakukan secara mandiri. Diantaranya.
1. Dicuci dengan sabun
Sama seperti bagian lainnya pada sepeda motor, Kaca spion pun tidak boleh luput untuk dirawat dan dibersihkan. Mencucinya dengan sabun adalah langkah yang tepat, Bersihkan semua bagian spion secara menyeluruh agar bersih lebih maksimal.
2. Lap sampai bersih
Jangan lupa untuk mengelap bagian kaca cermin dari butiran air pasca mencuci, agar terhindar dari bercak bekas sabun. Langkah tersebut juga sebagai antisipasi munculnya bercak kotoran dan bahkan jamur yang berpotensi menempel pada kaca cermin spion.
3. Rutin periksa spion sebelum berkendara
Gejala kaca spion yang bergetar, longgar atau berputar tanpa sengaja bisa jadi penyebabnya adalah karena mur pengencang batang spion yang longgar. Untuk itu, selalu periksa kekencangan baut dan mur pada batang spion setiap akan memulai aktivitas berkendara.
Untuk semua jenis produk sepeda motor Honda, spion bisa diatur posisinya supaya ideal ketika digunakan, Untuk mengencangkannya, ulir atau drat pada batang spion diputar dengan searah jarum jam, yaitu ke sebelah kanan. dan untuk menguncinya pada posisinya yang tepat putar bagian mur menggunakan kuci pas atau bisa juga gunakan kunci inggris ke sebelah kiri atau ke arah berlawanan dengan jarum jam.
Sebaliknya, untuk membukanya putar batang spion ke sebelah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam, dan murnya diputar ke sebelah kanan. Semua langkah tersebut juga bisa digunakan untuk mengencangkan spion bagian kanan, maupun spion di sebelah kiri. Karena keduanya memiliki arah yang sama.
4. Hindari menggantungkan barang pada spion
Terkadang pengendara menggunakan spion untuk menggantungkan barang seperti helm dan jas hujan. Tindakan tersebut adalah sangat tidak tepat. Itu karena bisa berpotensi merusak penghubung antara batang dan kaca spion menjadi longgar, atau sering berputar secara tidak sengaja ketika berkendara.
Untuk itu, gunakan spion sepeda motor sebagaimana fungsinya. Sedangkan untuk barang bawaan seperti jas hujan atau helm, pengguna sepeda motor bisa menyimpannya pada bagasi atau disimpan atau digantungkan pada hook atau pengait gantungan barang yang sudah disediakan.
Disarankan untuk selalu membawa tools atau perkakas sederhana seperti obeng dan kunci pas untuk mengantisipasi ketika ada kendala seperti kaca spion longgar dan lainnya ketika berkendara bisa teratasi dengan mudah.
Selalu gunakan perangkat keselamatan berkendara seperti helm, sepatu, sarung tangan dan jaket agar selalu #Cari_Aman di jalan raya. Jangan lupa untuk melakukan service dan perawatan sepeda motor di bengkel AHASS terdekat dengan menggunakan layanan kunjung AHASS atau booking servis untuk layanan bebas antri.
Sumber : https://www.daya-motora.com/news/inilah-dampak-penggunaan-spion-sepeda-motor-yang-tidak-standar